Category: Diabetes / Kencing manis

Mengenal Diabetes

1. Apakah Diabetes Mellitus Itu?

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.

Diabetes merupakan gangguan metabolisme (metabolic syndrome) dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut juga gejala kencing manis. Gangguan tersebut terjadi sekali lagi bila insulin tidak diproduksi lagi oleh sel tubuh, atau jumlahnya tidak cukup, atau sel-sel tubuh tidak meresponnya secara normal (insulin resistance). Dalam kasus normal, setiap orang membutuhkan glukosa atau zat gula untuk kesehatannya, karena organ vital kita membutuhkannya sebagai sumber energi, yang nantinya dibakar oleh oksigen, terutama otak, yang sepenuhnya tergantung pada pasokan gula dan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik.Banyaknya proses enzimatik yang mengatur metabolisme tubuh membutuhkan gula sebagai bahan dasarnya. Jadi, manusia tidak bisa hidup tanpa gula. Masing-masing sel tubuh kita membutuhkan glukosa, gula sederhana yang diserap tubuh dari karbohidrat, sayur-sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya sebagai bahan bakar, sebagaimana fungsi bensin bagi mobil. Di saat jaringan tubuh kekurangan pasokan glukosa karena terhambat di pembuluh darah, muncullah gejala kelelahan, lapar gula, dan perasaan mudah tersinggung. Sedangkan gula yang menumpuk banyak di dalam pembuluh darah akan membuat darah menjadi kental dan alirannya melambat, sehingga mengakibatkan gangguan pada pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Padahal untuk bisa bekerja secara optimal, tubuh membutuhkan oksigen yang cukup untuk membakar gula menjadi energi. Akibat kekurangan oksigen tersebut, tubuh kehilangan tenaga dengan munculnya gejala kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jantung bekerja lebih keras (berdebar-debar).Gangguan insulin tersebut juga berakibat berlebihnya kadar lemak di pembuluh darah dengan risiko terjadinya pengerasan pembuluh darah arteri, sehingga komplikasi diabetes tercatat sebagai penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal.

2. berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.

Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)
Bukan Diabetes Pra Diabetes Diabetes
Puasa < 110 110-125 > 126
Sewaktu < 110 110-199 > 200

Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi.

Apakah Penyebab & Berapa Tipe Diabetes Mellitus?

Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.Ada 4 tipe Diabetes Mellitus, yaitu:

1.       Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin) Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah. Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita Diabetes Tipe II. Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banyak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.2.

Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM) Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.

3. Diabetes Mellitus tipe 3 Para ahli di Amerika percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsunagan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.

4. Diabetes Gestasional (diabetes yang muncul selama kehamilan dan akan hilang setelah melahirkan)Tabel 1. Penjelasan singkat diabetes tipe I dan Tipe II

Diabetes Mellitus tipe 1 Diabetes Mellitus tipe 2
Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif
Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja. Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik. Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.
90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga

Apakah penyebab diabetes?

  • Kelainan Genetika: Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Selain itu, faktor resiko lainnya yaitu faktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak.
  • Usia: Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun dan pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin.
  • Gaya hidup stress: Stres kronis yang cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak. Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang berisiko kena diabetes.
  • Pola makan yang salah: Kurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).

Kurang gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-anak, dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebih. Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena ibunya merokok atau mengkonsumsi alcohol selama hamilnya. Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% penderita diabetes tipe II adalah mereka yang tergolong gemuk

  • Kadar kortikosteroid yang tinggi
  • Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
  • Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.

Bagaimana gejala orang yang terkena Diabetes Mellitus?

Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akibat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik. Gejala-gejalanya antara lain adalah:·    Sering buang air kecil

  • Terus-menerus lapar dan haus
  • Berat badan menurun
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Infeksi pada kulit yang berulang
  • Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
  • Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun

Sedangkan gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes tipe I, yaitu:

  • Cepat lelah, kehilangan tenaga, dan merasa tidak fit
  • Sering buang air kecil
  • Terus menerus lapar dan haus
  • Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
  • Mudah sakit yang berkepanjangan
  • Biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, tetapi prevalensinya kini semakin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja.  Gejala-gejala tersebut sering terabaikan karena dianggap sebagai keletihan akibat kerja. Jika glukosa darah sudah tumpah ke saluran urin dan urin tersebut tidak disiram, maka akan dikerubuti oleh semut yang merupakan tanda adanya gula. Gejala lain yang biasanya muncul adalah:
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang lama sembuh
  • Kaki terasa kebas, geli, atau merasa terbakar
  • Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
  • Impotensi pada pria Diabetes Tipe II biasanya terjadi pada mereka yang berusia diatas 40, tetapi

prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja. Riset juga menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami gejala pre-diabetes, yaitu suatu kondisi yang merupakan pendahuluan dari munculnya diabetes tipe II, tidak menyadari bahwa ia sedang diincar oleh diabetes yang berbahaya. Walaupun gejalanya tidak muncul, tetapi dari pemeriksaan gula darah menunjukan bahwa kadar gula darah puasa berada di atas normal, meskipun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai kasus diabetes. Tetapi kasus pre-diabetes itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sampai 50%. 

Penyakit  apa sajakah yang bisa muncul jika seseorang menderita penyakit diabetes?

Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke.Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat merasakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.

Bagaimana mencegah agar tidak terkena penyakit  Diabetes? Melihat bahwa gangguan keseimbangan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan (pola makan yang salah) dan kegiatan yang penuh tekanan (gaya hidup stress), maka diabetes sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

1.       Bila kegemukan, turunkan berat badan

2.       Lakukan latihan aerobik (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat) paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit sampai berkeringat dan terengah-engah tanpa membuat napas menjadi sesak.

3.       Konsumsi gula sedikit mungkin atau seperlunya, karena bukan merupakan bagian penting dari menu yang sehat. Kebutuhan zat gula darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dari karbodihrat yang berasal dari beras, sereal, roti, kentang, atau bakmi dalam menu sehari-hari.

4.       Setelah berumur 40, periksa kadar gula urine kita setiap tahun, terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes. Bagi anda yang sudah memiliki “bakat” diabetes, jangan khawatir, marilh kita pelajari cara mengobatinya.

Jika seseorang sudah terkena penyakit  Diabetes bagaimana cara mengatasinya? Kondisi diabetes tergantung pada individu masing-masing, terutama dari segi kepatuhan dan kedisiplinan untuk melakukan diet dan olahraga secara benar. Selain itu, dosis suatu obat yang diberikan dokter pun harus sesuai dengan kondisi penderita. Bila pada suatu taraf obat tersebut sudah tidak mampu lagi menurunkan kadar gula sang penderita, maka harus diganti dengan obat lain atau insulin.

I Patuhi Nasehat Dokter

1.       Disiplin minum obat. Minumlah obat herbal alami yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan aturan pemakaiannya. Jangan dicampur obat lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.

2.       Jadilah dokter pendamping diri sendiri. Anda sebaiknya menjadi dokter pendamping diri anda sendiri, dan lebih bertanggung jawab atas kesembuhan dari anda sendiri.

II Diet

1.       Memilih karbohidrat yang aman. Memilih sumber karbohidrat yang aman bagi penderita diabetes adalah memilih makanan yang mengandung senyawa karbohidrat kompleks, yang dapat melepaskan glukosa darah secara bertahap, agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah dengan tiba-tiba setelah makan.

2.       Pola diet diabetes. Diet yang tepat untuk mencegah agar tidak terkena diabetes adalah yang bertujuan untuk menjaga agar berat badan tidak berlebihan. Pangkaslah kalorinya,  Kurangi lemak, Makanlah karbohidrat kompleks, Ucapkan selamat tinggal pada yang manis, Ngemilah diantara waktu makan, danLengkapi dengan serat 

III Olahraga Berjalan kaki, Bersepeda, dan Berenang

IV Kontrol gula darah.

PENGOBATAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN PROPOLIS DIAMOND DAN NATURAL PNZ PRODUK

Apakah betul penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan?

Secara teori kedokteran diabetes mungkin disembuhkan tetapi jalan kearah tersebut masih terkendala banyak hal dan sangat mahal, sehingga praktisi medis cenderung menyampaikan bahwa diabetes tidak dapat disembuhkan, terapi diabetes yang dilakukan oleh praktisi medis hanya ditujukan untuk menjaga kadar gula darah berada pada kondisi normal. Adapun langkah yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan penderita diabetes secara medis adalah:

1.       Pencangkokan pankreas

2.       Menanam sel yang memproduksi insulin

3.       Membuat pankreas artificial (palsu)

4.       Merekayasa kode genetik sel-sel tubuh agar responsif terhadap insulin.

Lain halnya dengan metode pengobatan herbal alami, melaui metode ini seorang penderita diabetes bisa disembuhkan secara total, hal tersebut dimungkinkan karena herbal-herbal tertentu memiliki zat-zat alami yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dengan normal, maupun zat-zat tertentu yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh agar bisa responsif terhadap insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Dimana zat – zat ini hanya diproduksi secara alami oleh herbal tertentu.

Apakah Propolis Diamond (PD) dapat dijadikan sebagai obat penyembuh penyakit diabetes?.

PD memiliki peluang sangat tinggi untuk menyembuhkan penyakit diabetes tipe I maupun tipe II , dibandingkan obat medis  manapun. Hal ini terjadi karena PD adalah gabungan dari banyak sekali jenis getah tanaman Selandia Baru yang di kumpulkan oleh lebah dari lingkungan tempat lebah hidup. Ini artinya adalah PD merupakan gabungan  dari zat-zat aktif tanaman yang tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Zat aktif apakah yang terdapat didalam Propolis yang berkhasiat menyembuhkan penyakit diabetes?

Berdasarkan hasil penelitian terhadap propolis, diketahui propolis memilki lebih dari 300 unsur aktif. Keseluruhan unsur aktif tersebut bekerja secara bersamaan pada tubuh pasien untuk menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Diantara unsur aktif yang terkandung di dalam propolis yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit diabetes adalah:

1.       Ferulic Acid dan Proline; senyawa yang mendorong terbetuknya kolagen dan elastin (dua unsur penting untuk memulihkan jaringan).

2.       Cinnamic acid derivatives; senyawa yang mendorong regenerasi sel epitel Zat zat diatas berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe I.

3.       Arginin; senyawa yang menstimulir pembelahan sel dan memperkuat biosintesa protein. Zat ini sangat bermanfaat untuk normalisasi sel-sel tubuh agar responsive pada insulin, zat ini sangat dibutuhkan oleh penderita diabetes tipe II

4.       Pterostilbene; senyawa ini merupakan zat anti diabetes dan berperan langsung dalam menurunkan kadar gula darah.

Bagaimana teknik penggunaan PD untuk mengobati penyakit Diabetes?

Secara umum untuk pencegahan dan pengobatan diabetes dengan menggunakan propolis adalah dengan cara diminum, beberapa tetes propolis dicampurkan dengan air hangat kemudian diaduk dengan pengaduk non logam, kemudian diminum. Adapun bagi penderita diabetes yang sudah mengalami luka, Propolis Diamond sangat dianjurkan untuk digunakakan sebagai obat penyembuh luka. Berikut teknik penggunaan Propolis Diamond untuk luka diabetes:

1.       Siapkan air hangat yang telah dicampur propolis (500 ml air hangat dicampur dengan minimal 10 tetes PD).

2.       Kemudian bagian yang luka dicuci dengan air pada point 1, akan sangat baik apabila luka direndam selama 5 – 10 menit dengan air pada point 1.        Langkah ini dilakukan cukup 1 hari satu kali saat malam hari.

3.       Oleskan secara merata Propolis Diamond pada bagian yang luka dan biarkan terbuka. Pengolesan ini dilakukan dua hari sekali pagi hari dan malam hari mau tidur.Ulangi ketiga poin diatas sampai luka sembuh. Adapun bagi penderita diabetes yang sudah mengalami gangguan pada mata sangat dianjurkan menggunakan propolis yang sudah diencerkan dengan air (10 ml air dicampur dengan 5 tetes PD) untuk obat tetes mata minimal 3 kali dalam sehari.

Berapakah dosis yang tepat untuk penanganan penyakit diabet?

Untuk menentukan dosis yang tepat bagi penderita diabetes harus diketahui terlebih dahulu beberapa hal berikut ini

1.       Tipe diabetes yang diderita

2.       Usia pasien

3.       Berat badan pasien

4.       Berapa lama pasien terkena penyakit Diabetes

5.       Komplikasi apasajakah yang sudah diderita Karena banyaknya faktor penentu dari dosis ini maka sulit untuk disebutkan dosis yang tepat.  Tetapi berdasarkan penelusuran terhadap berbagai litaratur

pengobatan diabetes dengan propolis dapat disusun dosis standar sebagai berikut:

1.       Mulailah dengan minum PD 5 – 6 tetes 3 kali sehari kemudian dinaikan secara bertahap sampai tubuh benar-benar terasa segar. Apabila tubuh terasa tidak nyaman dosis dapat diturunkan,

2.       Bagi penderita yang kondisi tubuhnya lemah atau berusia dibawah 18 tahun atau diatas 60 tahun atau sedang dalam keadaan hamil mulailah dengan dosis 2-3 tetes 3 kali sehari untuk kemudian dinaikan secara bertahap sesuai kondisi pasien

3.       Bagi penderita yang sudah mengalami banyak komplikasi bisa memulai dengan dosis 2 tetes 2 kali sehari.

4.       Bagi penderita diabetes yang memiliki komplikasi sakit jantung dan gagal ginjal mulai dengan dosis 1 tetes 1 kali sehari.

Berapa lama terapi yang dijalankan?

Propolis merupakan bahan alami, sehingga pengaruhnya terhadap diabetes mellitus bisa dirasakan atau diuji setelah seseorang mengkonsumsi propolis selama 20 hari sampai 12 bulan pada dosis standard.  Lama pengobatan ini sangat tergantung pada tipe diabetes dan lama penyakit diabetes tersebut diderita pasien Untuk diabetes tipe I yang sudah dilengkapi dengan komplikasi penyakit lainnya umumnya akan lebih cepat dipulihkan. Biasanya kurang dari 3 bulan dapat dipulihkan dengan konsumsi rutin Propolis Diamond.  Sementara diabetes Tipe II yang sudah dilengkapi dengan komplikasi penyakit lainnya, akan lebih lama. bisa mencapai masa 12 bulan. Adapun apabila parameter kesembuhan diabetes diukur dari menurunnya kadar gula darah, maka penggunaan propolis selama 20 hari secara rutin 3 kali sehari akan menunjukan hasil yang memuaskan.

Kenapa Diabetes Tipe II Lebih lambat dipulihkan dengan Propolis Diamond?

Pada diabetes tipe II propolis dengan unsur-unsur yang terdapat didalamnya bekerja untuk menormalisasi sel-sel tubuh agar bisa menerima insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Proses normalisasi ini berlangsung cukup lama melalui “penataan” kembali asam-asam amino (DNA/RNA) pada inti sel yang berfungsi sebagai otak dari sel tubuh. Sementara itu sel tubuh ini jumlahnya sangat banyak. Adapun pada diabetes tipe I yang diperbaiki hanya terbatas pada pankreas dan lebih khusus pada sel-sel penghasil insulin sehingga memerlukan waktu lebih singkat.

Berapa banyak propolis yang dihabiskan untuk terapi ini?

Apabila menggunakan dosis standar 5 tetes 3 kali sehari secara rutin maka dapat dihitung banyaknya penggunaan propolis sebagai berikut:1.       Untuk menurunkan kadar gula darah (ini bukan penentu kesembuhan diabetes) propolis Diamond yang digunakan minimal 20 ml.2.       Untuk pemulihan diabetes tipe I Propolis Diamond yang digunakan minimal 60 ml3.       Untuk pemulihan diabetes tipe II Propolis Diamond yang digunakan minimal 240 mlPerhitungan diatas didasarkan pada penggunaan secara oral (diminum) diluar penggunaan untuk keperluan lain seperti pengobatan luka diabetes.

Apakah propolis memiliki efek samping?

Berdasarkan laporan ilmiah selama ini tidak ditemukan efek negatif atau beracun dari Propolis, tetapi yang terjadi adalah gejala alergi terhapap propolis. Apaun untuk lebih jelas mengenai alergi terhadap propolis ini dapat dibaca di buku saku panduan pengguna Propolis Diamond halaman 6. Adapun terkait dengan proses pembuangan racun dari tubuh karena suatu penyakit oleh zat-zat yang terdapat pada Propolis Diamond akan memunculkan reaksi tindak balas yang membuat tubuh tidak nyaman.

Tidak balas apakah yang muncul ketika propolis mulai “bekerja” di dalam tubuh?

Apabila Propolis diamond sudah bekerja pada tubuh pasien penderita diabetes umumnya akan terjadi hal-hal sebagai berikut:

1.       Muncul demam / badan terasa panas

2.       Muncul rasa haus

3.       Badan terasa pegal dan sakit , tindak balas ini muncul karena gula yang berbentuk platelet/endapan pada dinding –dinding pembuluh darah mulai dikikis oleh propolis. Selain itu efek khelating dari propolis mulai membuka pembuluh-pembuluh yang tersumbat.

4.       Gula darah mulai naik

5.       muncul bengkak

6.       Mengantuk

7.       pusing

8.       keringat berbau

9.       badan terasa gatal

10.    buang air kecil lebih keruhKemunculan tindak balas ini diakibatkan gula yang diangkat dari dinding-dinding pembuluh terlarut kembali kedalam darah untuk kemudan dibuang melalui sistem ginjal ke saluran kemih sehingga buang air kecil lebih kotor dan berbau, sebagaian lagi dibuang melalui kulit menjadi keringat. Perlu juga diketahui tindak balas selain yang disebutkan diatas bisa muncul apabila pasien mengalami penyakit selain Diabetes Mellitus.

Apakah yang harus dilakukan jika muncul tindak balas yang terasa sangat mengganggu?

Apabila gejala  tindak balas mulai muncul, sangat disarankan pasien mengkonsumsi lebih banya air putih hangat, atau minum herba pengencer darah seperti minyak jintan hitam, minyak zaitun atau Coenzim 10. Apabila tidak balas dirasakan cukup mengganggu pasien bisa menurunkan dosis penggunaan Propolis Diamond

Apakah propolis dapat menyebabkan ketergantungan dalam artian jika tidak mengkonsumsi propolis gula darah bisa naik lagi?

Jika penyebab munculnya diabetes sudah benar benar dipulihkan pasien cukup membiasakan cara hidup sehat tanpa harus konsumsi propolis Diamond. Perlu diketahui bahwa penyembuhan diabetes itu bukan hanya menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga penyembuhan harus sampai ke akar masalah yaitu rusaknya sel penghasil insulin dalam pankreas atau tidak responsipnya sel tubuh pada insulin yang ada. Dan langkah terapi ini memerlukan kesabaran.

Adakah produk lain yang dapat digunakan untuk membantu kinerja Propolis Diamond bagi pasien Diabetes Mellitus?

Produk lain yang disarankan untuk diminum bersamaan dengan Propolis Daimond adalah Natural PNZ Coenzim 10. produk ini bermanfaat untuk mengencerkan darah dan meningkatkan penyerapan oksigen oleh sel-sel tubuh, terutama sel-sel otak sehingga selama terjadi tindak balas yang diakibatkan karena proses pembersihan tubuh oleh propolis tubuh tetap merasa lebih segar. Selain itu penderita diabetes, terutama penderita diabetes tipe II juga bisa mengkonsumsi produk Natural PNZ kolostrum 45 IgG, produk ini mengandung zat pendorong faktor pertumbuhan diantaranya memperkuat biosintesa protein untuk pembentukan DNA dan RNA inti sel.  Salah satu zat anti diabetes yang ada pada propolis adalah pterostilbene. Zat ini terdapat juga pada biji dan kulit anggur, oleh karena itu pasien diabetes juga disarankan untuk mengkonsumsi produk Natural PNZ premium anti-oksidan yang mengandung ekstrak biji dan kulit anggur.

Diabetes / Kencing manis


Air seni penderita penyakit ini mengandung gula (glukosa) dan darahnya mengandung gula dalam jumlah yang lebih banyak dari normal. Terutama kira-kira 1 jam setelah makan. Penyakit ini tidak menular tetapi dapat turun temurun, umumnya timbul pada usia 40 tahun ke atas, tetapi karena pengaruh lingkungan dan gaya hidup yang buruk pada usia muda pun sering dijumpai penderita kencing manis.

Pada orang sehat glukosa dalam darah diubah menjadi glikogen (semacam gula yang lebih padat dari glukosa). Pembentukan glukosa menjadi glikogen akan dapat berjalan dengan lancar, jika dalam tubuh terdapat zat insulin dalam jumlah yang cukup. Zat insulin ini berasal dari kelenjar pancreas. Pada penderita diabetes jumlah insulin tidak mencukupi kebutuhannya, sehingga glukosa dalam darah menjadi lebih tinggi dari normal.

Adapaun penyebab ketidak cukupan insulin secara garis besar ada dua; pertama karena kelenjar pancreas si penderita mengalami kerusakan dan penyakit diabetes karena kerusakan pancreas ini disebut diabetes tipe I; kedua pancreas si penderita tidak mengalami kerusakan tetapi sipenderita terlalu banyak mengkonsumsi gula dan karbohidrat sehingga insulin yang diproduksi pancreas tidak mencukupi keperluan tubuhnya, diabetes ini disebut diabetes tipe II.

Pada permulaan sakit diabetes penderita tidak merasakan apa-apa bahkan suka sekali makan dan minum, tetapi lama kelamaan badannya menjadi kurus dan lemah. Jika kadar glukosa dalam darah agak tinggi kulitnya merasa gatal, sering berbisul-bisul, dan jika terluka sukar sekali sembuhnya. Selain itu kaki terasa lemah, sering pegal dan linu seperti sakit reumatik. Penyakit diabetes dapat merusak mata, dan pembuluh darah terutama pembuluh darah dari jantung, dapat menyebabkan kemandulan, pada wanita dapat menyebabkan gugurnya kandungan. Penyakit, TBC paru-paru, tekanan darah tinggi, sakit jantung, dan sakit lever menjadi makin hebat jika bersamaan dengan aktifnya penyakit diabetes.

Penderita diabetes tidak perlu banyak beristirahat, malahan semestinya bekerja seperti biasa, olah raga ringan dan jalan pagi juga dianjurkan, karena dengan pergerakan fisik otot-otot menghabiskan banyak glukosa sehingga kadar glukosa dalam darah dapat menurun.

Bagi penderita diabetes dewasa dapat dipakai pedoman susunan makanan sebagai berikut:

Makan Pagi:

Kentang rebus            100 gr atau roti  50 gr

Telur ayam      1 butir

Tomat              25 gr

Pepaya            50 gr

Sedikit Mentega

Makan Siang

Nasi                 100 gr, atau kentang rebus  200 gr

Sayur bayam   200 gr

Daging sapi rebus       50 gr

Telur bebek     1 butir

Tempe rebus  60 gr, atau tempe goreng      50 gr

Tahu rebus      100 gr, atau tahu goreng       50 gr

Sedikit mentega…………

Pepaya                        150 gr

Makan malam

Seperti makan siang tetapi pepaya diganti pisang 200 gr

Diperbolehkan minum minuman tanpa gula. Berbagai macam bahan makanan dari standar diet di atas dapat diganti dengan bahan makanan lain sebagai berikut:

Daftar pengganti dari 100 gram papaya:

Nanas                          75 gr

Belimbing manis         125 gr

Jambu air                    100 gr

Jambu biji                    125 gr

Jeruk keprok                90 gr

Mangga golek              60 gr

Pisang                         40 gr

Rambutan                   65 gr

Sawo manila               80 gr

Semangka                   125 gr

Daftar pengganti dari 100 gr bayam:

Andewi                                    Sebanyak mungkin

Buncis                         60 gr

Daun lobak                  500 gr

Jagung muda              250 gr

Gambas/oyong           125 gr

Kangkung                    100 gr

Kubis                           100 gr

Labu air                       125 gr

Lobak                          170 gr

Ketimun                       170 gr

Nangka muda              30 gr

Slada air                      85 gr

Sesawi                                    125 gr

Tomat muda               500 gr

Kecambah                  125 gr

Terong                         85 gr

Wortel                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       55 gr.

Daftar pengganti 50 gram daging sapi:

Babat                           90 gr

Daging ayam               50 gr

Udang segar               55 gr

Otak sapi                     100 gr

Ikan kakap segar         50 gr

Dendeng asin              30 gr

Saran penggunaan propolis diamond (PD)

Lihat baris nomor 6 pada tabel praktis penanganan penyakit  dengan PROPOLIS DIAMOND

Anjuran tambahan

Diusahakan senantiasa mengkonsumsi sayuran sebanyak-banyaknya. Dan bagi yang kelebihan berat badan diusahakan untuk menurunkan berat badan.

Pantangan

Penderita harus membatasi semua makanan yang bergula, semua makanan yang mengandung pati, tepung atau karbohidrat. Diluar jam makan penderita dilarang makan kue-kue, kacang goreng, emping melinjo, manisan dan sebagainya

Resep alternatif 1

1.   Bidara upas, kira-kira sebesar jari diparut halus, lalu diseduh dengan air panas 1 gelas, setelah disaring diminum 2 kali sehari 1 gelas.

2.   Biji dari buah juwet (jamblang) yang sudah kering 15 butir ditumbuk halus, daun meniran 1 sendok teh, direbus dengan air 2 gelas, 15 menit lamanya, lalu diminumkan untuk 1 hari. Jamu tidak perlu disaring, biji juwetnya bisa dimakan  sekaligus.

3.   Daun tapak dara yang segar 20 -25 helai dengan biji petai cina 1 sendok makan direbus dengan air 1 gelas selama 10 menit lalu diminum 2 kali sehari 1 gelas.

4.   Biji dari pohon mahoni dikeringkan, lalu ditumbuk halus. Kira-kira 1 sendok teh dari serbuk ini diseduh dengan air panas 1 cangkir, dan diberikan 3 kali sehari 1 cangkir.

Resep alternatif 2 (Bapak S Chander)

5.   Masak nasi dengan cara mambuang air tajinnya setelah mendidih, diganti air yang baru, dilakukan dua kali. Yang ketiga baru dibiarkan masak. Nasi yang dimasak seperti ini boleh dimakan banyak.

6.   Minum rebusan air sirih 10 lembar yang dimasak dengan air 2 gelas sampai menjadi 1 gelas, 1 kali sehari (untuk 3 hari saja) setelah itu cek kadar gula darahnya.

7.   Makan makanan yang mengandung chromium picolinate yang dapat menurunkan gula darah, biasa diperoleh dari: Keju, Kentang, Kedelai, Kacang tanah, Kuning telor, Kayu manis, Buncis, dan jagung.

Sumber : Rokhim www.propolisdiamond.com

WordPress Themes